Klasifikasi Dan Kriteria Diagnosis Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ)

Klasifikasi Dan Kriteria Diagnosis Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ)

Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ) adalah salah satu penyakit Reumatoid yang paling sering pada anak, dan merupakan kelainan yang paling sering menyebabkan kecacatan. Ditandai dengan kelainan karakteristik yaitu sinovitis idiopatik dari sendi kecil, disertai dengan pembengkakan dan efusi sendi. Ada 3 tipe ARJ menurut awal penyakitnya yaitu: oligoartritis (pauciarticular disease), poliartritis dan sistemik. Penyakit reumatik merupakan sekelompok penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit jaringan ikat. Menurut kriteria American Rheumatism Association (ARA) artritis reumatoid juvenil (ARJ) merupakan penyakit reumatik yang termasuk ke dalam kelompok penyakit jaringan ikat yang terdiri lagi dari beberapa penyakit.wp-1465485808417.jpg

Penyakit reumatik merupakan sekelompok penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit jaringan ikat. Kelompok ini terdiri dari berbagai penyakit yang sangat banyak jumlah dan jenisnya yang ditandai dengan artritis sendi yang mempunyai penampilan klinis dan penyebab yang berbeda. Penyakit ini juga berhubungan dengan respon spesifik tubuh yang didasari oleh patogenesis imunoinflamatorius, kemungkinan diaktivasi oleh kontak dengan antigen. Oleh karena itu dirasa perlu untuk membuat klasifikasi serta penggolongan yang mungkin dapat mempermudah pembahasannya. Tetapi karena sebagian besar etiologi dan patogenesisnya tidak diketahui maka klasifikasi tersebut dibuat hanya atas dasar manifestasi klinis. Walaupun tidak memuaskan namun cara tersebut masih dapat dipakai untuk pembahasan kategori diagnosis, terapi, dan prognosis setiap penyakit.

KLASIFIKASI

  • Pada tahun 1970, dua set kriteria digunakan untuk mengklasifikasi artritis kronik pada anak, yaitu Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) (Tabel 29-1) yang dikembangkan oleh American College of Rheumatology (ACR), dan Juvenile Chronic Arthritis (JCA) yang dikembangkan oleh European League Against Rheumatism (EULAR). Pada tahun 1993, klasifikasi ketiga muncul dari International League of Associations for Rheumatology (ILAR) yaitu Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA) (Tabel 29-3). Karakteristik  klinis artritis kronik berdasarkan tipe onset yang sering digunakan adalah oligoartritis, poliartritis dan onset sistemik
  • Pada kriteria ACR digunakan batas usia, durasi penyakit dan onset artritis yang terdiri dari oligoartritis, poliartritis dan onset sistemik. Penggunaan usia 16 tahun sebagai dasar kriteria lebih didasarkan pada pola praktis dibandingkan variasi biologik pada penyakit. Meskipun artritis persisten selama 6 minggu sudah cukup untuk diagnosis, namun durasi selama minimal 6 bulan diperlukan untuk menentukan tipe onset (kecuali karakteristik sistemik muncul). Setiap sendi yang terlibat dihitung terpisah, kecuali sendi servikal, karpus dan tarsus yang dihitung sebagai satu sendi.

Kriteria diagnosis Juvenile Rheumatoid Arthritis menurut ACR

  1. Usia penderita kurang dari 16 tahun
  2. Artritis (bengkak atau efusi, adanya dua atau lebih tanda : keterbatasan gerak, nyeri saat gerak dan panas pada sendi) pada satu sendi atau lebih
  3. Lama sakit lebih dari 6 minggu
  4. Tipe onset penyakit (dalam 6 bulan pertama) :
    • poliartritis : > 5 sendi
    • oligoartritis (pauciarticular) : < 5 sendi
    • sistemik : artritis dengan demam minimal 2 minggu, mungkin terdapat ruam atau keterlibatan ekstra-artikular, seperti limfadenopati, hepatosplenomegali atau perikarditis
  5. Kemungkinan penyakit artritis lain dapat disingkirkan

(Dikutip dengan modifikasi dari JT Cassidy dan RE Petty, 1990)

Pada kriteria EULAR, istilah JCA digunakan untuk kumpulan penyakit dengan artritis kronik pada anak. Tipe onset JCA dan usia onset berdasarkan pada kriteria ACR. Kelainan harus ada minimal 3 bulan dan kemungkinan penyakit artritis lain sudah disingkirkan. Perbedaan dengan kriteria ACR adalah adanya tipe onset juvenile ankylosing spondylitis, psoriatic arthropaty dan artropati yang dikaitkan dengan penyakit inflamasi usus. Selain itu, pada kriteria ini juga dibatasi penggunaan istilah JRA pada anak dengan artritis dan seropositif faktor reumatoid (RF). Pada kriteria ILAR, istilah undifferentiated arthritis digunakan untuk kondisi yang tidak memenuhi kriteria ataupun yang memenuhi lebih dari satu kriteria.

Kriteria diagnosis Juvenile Chronic Arthritis menurut EULAR

  1. Usia penderita kurang dari 16 tahun
  2. Artritis  pada satu sendi atau lebih
  3. Lama sakit lebih dari 3 minggu
  4. Tipe onset penyakit :
    • poliartritis : > 4 sendi, faktor reumatoid negatif
    • oligoartritis (pauciarticular) : < 5 sendi
    • sistemik : artritis dengan demam
    • artritis reumatoid juvenil: > 4 sendi, faktor reumatoid positif
    • spondilitis ankilosing juvenil
    • artritis psoriatik juvenil

(Dikutip dengan modifikasi dari JT Cassidy dan RE Petty, 1990)

Kriteria diagnosis Juvenile Idiopathic Arthritis menurut ILAR

  1. Sistemik
  2. Oligoartritis
    • Persisten
    • Extended
  3. Poliartritis (faktor reumatoid negatif)
  4. Poliartritis (faktor reumatoid positif)
  5. Artritis psoriatik
  6. Artritis terkait entesitis
  7. Undifferentiated arthritis
    • Tidak memenuhi kategori
    • Memenuhi lebih dari satu kategori

(Dikutip dengan modifikasi dari JT Cassidy dan RE Petty, 1990)

 Karakteristik artritis kronik menurut tipe onset penyakit

Karakteristik Poliartritis Oligoartritis Sistemik
Persentase kasus 30 60 10
Sendi terlibat > 5 < 4 Variasi
Usia onset Seluruh masa anak-anak, puncak usia 1-3 tahun Awal masa anak-anak, puncak usia 1-2 tahun Seluruh masa anak-anak, tidak ada puncak
Rasio jenis kelamin (laki : perempuan) 1:3 1:5 1:1
Keterlibatan sistemik Penyakit sistemik sedang Tidak ada penyakit sistemik, penyebab utama morbiditas adalah uveitis Penyakit sistemik sering self-limited, sebagian mengalami kronik artritis destruktif
Adanya uveitis kronik 5% 5-15% Jarang
Frekuensi seropositif

Faktor reumatoid

 

Antibodi antinuklear

 

10%(meningkat dengan usia

40-50%

 

Jarang

 

75-85%

 

Jarang

 

10%

Prognosis Sedang Baik, kecuali untuk penglihatan Buruk

(Dikutip dari JT Cassidy dan RE Petty, 1990)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s