Tanda dan Gejala Alergi Makanan

 wp-1465316241683.jpgDalam dekade terakhir ini ada kecenderungan kasus alergi pada anak meningkat. Masalah alergi akan menjadi masalah yang cukup dominan kesehatan  di masa yang akan datang. Penyakit infeksi tampaknya akan semakin berkurang karena semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pencegahan penyakit infeksi. Kasus alergi pada anak belum banyak diperhatikan secara baik dan benar baik oleh para orang tua atau sebagian kalangan dokter sekalipun.

Penderita yang datang ke dokter spesialis anak atau Pusat Pelayanan Kesehatan Anak lainnya tampaknya semakin didominasi oleh kelainan alergi pada anak.  Ada kecenderungan bahwa diagnosis alergi ini belum banyak ditegakkan. Pada umumnya tanda dan gejala alergi itu sendiri masih banyak yang belum diungkapkan oleh para dokter. Sehingga penanganan penderita alergi  belum banyak dilakukan secara benar dan paripurna. Beberapa orang tua yang mempunyai anak alergi sering terlihat putus asa karena penyakit tersebut sering kambuh dan terulang. Padahal anak sudah berkali-kali minum obat bahkan antibiotika yang paling ampuh sekalipun. Ditandai dengan seringnya berpindah-pindah dokter anak karena sakit yang diderita anaknya tidak kunjung membaik.

     Alergi pada anak tidak sesederhana seperti yang pernah diketahui. Sebelumnya kita sering mendengar dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter anak, dokter spesialis yang lain bahwa alergi itu gejala adalah batuk, pilek, sesak dan gatal. Padahal alergi dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Alergi pada anak  sangat beresiko untuk mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

     Resiko dan tanda alergi dapat diketahui sejak anak dilahirkan bahkan sejak dalam kandunganpun kadang-kadang sudah dapat terdeteksi. Alergi itu dapat dicegah sejak dini dan diharapkan dapat mengoptimalkan Pertumbuhan dan perkembangan Anak secara optimal.

DEFINISI ALERGI    

  • Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan.  Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV.
  • Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik. Batasan lebih jelas dibuat oleh American Academy of Allergy and immunology,The National Institute of Allergy and infections disease  yaitu
  • Reaksi simpang makanan (Adverse food reactions) Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. Reaksi ini dapat merupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan (hipersensitifitas) atau intoleransi makanan.
  • Allergy makanan (Food Allergy) Alergi makanan adalah reaksi imunologik yang menyimpang. Sebagian besar reaksi ini melalui reaksi hipersensitifitas tipe 1.
  • Intoleransi Makanan (Food intolerance) Intoleransi makanan adalah reaksi makanan nonimunologik dan merupakan sebagian besar penyebab reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan. Reaksi ini dapat disebabkan oleh zat yang terkandung dalam makanan karena kontaminasi toksik (misalnya toksin yang disekresi oleh Salmonella, Campylobacter dan Shigella, histamine pada keracunan ikan), zat farmakologik yang terkandung dalam makanan misalnya tiramin pada keju, kafein pada kopi atau kelainan pada pejamu sendiri seperti defisiensi lactase, maltase  atau respon idiosinkrasi pada pejamu

Menurut cepat timbulnya reaksi maka alergi terhadap makanan dapat berupa reaksi cepat (Immediate Hipersensitivity/rapid onset reaction) dan reaksi lambat (delayed onset reaction).

  • Immediate Hipersensitivity atau reaksi cepat terjadi berdasarkan reaksi hipersensitifitas tipe I (Gell& Coombs). Terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah makan atau terhirup pajanan alergi.
  • Delayed Hipersensitivity atau reaksi lambat terdapat 3 kemungkinan, yaitu terjadi berdasarkan reaksi hipersensitifitas tipe I fase lambat, reaksi hipersensitifitas  tipe III dan reaksi hipersensitifitas tipe  IV.  Terjadi lebih dari 8 jam setelah terpapar allergen.
  • Reaksi tipe III dihubungkan dengan bukti ditemukannya IgG terhadap susu dalam sirkulasi anak yang alergi susu. Sedangkan reaksi tipe IV secara invitro terbukti dengan reaksi selular terhadap fraksi protein susu melalui uji stimulasi limfosit, uji tranformasi blast dan uji hambatan migrasi leukosit.
  • Gejala klinis terjadi karena reaksi imunologik melalui pengeluaran mediator  yang mengganggu organ tertentu yang disebut organ sasaran. Organ sasaran tersebut misalnya paru-paru maka manifestasi klinisnya adalah batuk atau asma bronchial, bila sasarannya kulit akan terlihat sebagai urtikaria, bila organ sasarannya saluran pencernaan maka gejalanya adalah diare dan sebagainya.

 

Tanda dan gejala Alergi makanan

Disamping tanda dan gejala alergi yang berkaitan dengan organ tubuh manusia, terdapat beberapa tanda umum pada penderita alergi. Menurut Richard Mackarness tahun 1992 berpendapat terdapat 5 gejala kunci pada alergi dewasa adalah :

  1. Berat badan yang berlebihan atau sebaliknya berat badan kurang.
  2. Kelelahan terus menerus dalam beberapa saat dan tidak lenyap walaupun telah beristirahat.
  3. Terjadi pembengkakan di sekitar mata, tangan, abdomen, pergelangan kaki.
  4. Denyut jantung yang cepat dan berdebar-debar, khususnya setelah makan
  5. Keringat yang berlebihan walupun tidak berolahraga.

Kriteria tersebut berlaku bila dokter tidak menemukan penyebab atau gangguan penyakit lain yang mengakibatkan gejala tersebut.

      Adapun manifestasi klinik alergi pada dewasa dapat dilihat pada tabel 1.  Bila terdapat 3 gejala atau lebih pada beberapa organ, tanpa diketahui penyebab pasti keluhan tersebut maka kecurigaan mengalami reaksi alergi semakin besar.

Tanda dan Gejala Alergi pada orang dewasa.

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling  dan vibration dada.
2 Sistem Pembuluh  Darah dan jantung Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, colaps, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, tingling, redness or blueness of hands; faintness; pseudo-heart attack pain ; nyeri dada depan,  tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan
3 Sistem Pencernaan Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak, sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva meningkat, canker sores, metallic taste in mouth, stinging tongue, nyeri gigi, burping, retasting foods, ulcer symptoms, heartburn, indigestion, nausea, vomiting, gangguan mengunyah dan menelan, abdominal rumbling, konstipasi, spastic colitis, “emotional colitis,” gall bladder colic, cramps, diarrhea, passing gas, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.
4 Kulit Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit  kaki dan tangan kering tapi wajahberminyak.Sering berkeringat.
5 Telinga Hidung Tenggorokan Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus

Tenggorok :  tenggorokan nyeri/kering/gatal,  palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem),

Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul,  terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.  Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

6 Sistem Saluran Kemih dan kelamin Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin
7 Sistem Susunan Saraf Pusat Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar.Perilaku : impulsif, sering marah, mood swings, compulsively sleepy, drowsy, groggy, confused, dizzy, imbalance, staggering gait, slow, sluggish, dull, lack of concentration, depressed, crying; tense, angry, irritable, anxious, panic, stimulated, aggressive, overactive, frightened, restless, manic, hyperactive with learning disability, jittery, convulsions, head feels full or enlarged, floating sensation, poor memory, misreading or reading without comprehension, variation in penmanship legibility; hallucinations, delusions, paranoia, bicara gagap; claustrophobia, paralysis, catatonic state, perceptual dysfunction, typical symptoms of mental retardation. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)
8 Sistem Hormonal Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok
9 Jaringan otot dan tulang Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas
10 Gigi dan mulut Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis.
11 Mata nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra,  Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum..

 Keluhan alergi sering sangat misterius, sering berulang, berubah-ubah datang dan pergi tidak menentu. Kadang minggu ini sakit tenggorokan, minggu berikutnya sakit kepala, pekan depannya diare selanjutrnya sulit makan hingga berminggu-minggu.  Bagaimana keluhan  yang berubah-ubah dan misterius itu terjadi. Ahli alergi modern berpendapat serangan alergi atas dasar target organ (organ sasaran). 

Reaksi alergi merupakan manifestasi klinis yang disebabkan karena proses alergi pada seseorang anak yang dapat menggganggu semua sistem tubuh dan organ tubuh anak.. Organ tubuh atau sistem tubuh tertentu mengalami gangguan atau serangan lebih banyak dari organ yang lain. Mengapa berbeda, hingga saat ini masih belum banyak terungkap. Gejala tergantung dari organ atau sistem tubuh , bisa terpengaruh bisa melemah. Jika organ sasarannya paru bisa menimbulkan batuk atau sesak, bila pada kulit terjadi dermatitis atopik. Tak terkecuali otakpun dapat terganggu oleh reaksi alergi. Apalagi organ terpeka pada manusia adalah otak. Sehingga dapat dibayangkan banyaknya gangguan yang bisa  terjadi.

Menurut penulis, dalam pengamatannya pada 732 anak penderita alergi pada usia bawah 5 tahun juga menemukan sedikit kesamaan pada gejala umum pada penderita alergi yaitu :

  1. Berat badan yang lebih (terutama di bawah umur 2 tahun) atau sebaliknya berat badan yang kurang.
  2. Keringat yang berlebihan.
  3. Telapak tangan, telapak kaki dan kepala sering teraba hangat (suhu di bawah 38).
  4. Anak tampak lebih aktif  atau banyak bergerak dibandingkan anak lainnya (di bawah usia 2 tahun).
  5. Pembesaran kelenjar limfe terutama di daerah sekitar belakang kepala bawah dan leher.

Kondisi tersebut harus tanpa disertai penyakit lain yang dapat menyebabkan manifestasi yang sama.

MANIFESTASI YANG SERING DIALAMI PENDERITA ALERGI PADA BAYI BARU LAHIR HINGGA 1 TAHUN

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan Bayi lahir dengan sesak (Transient Tachipneu Of The newborn), cold-like respiratory congestion (napas berbunyi/grok-grok).
2 Sistem Pencernaan sering rewel/colic malam hari, hiccups (cegukan), sering “ngeden”, sering mulet, meteorismus,  muntah, sering flatus,  berak berwarna hitam atau hijau, berak timbul warna darah. Lidah sering berwarna putih. Hernia umbilikalis, scrotalis atau inguinalis.
3 Telinga Hidung Tenggorok Sering bersin, Hidung berbunyi, kotoran hidung berlebihan. Cairan telinga berlebihan. Tangan sering menggaruk atau memegang telinga.
3 Sistem Pembuluh  Darah dan jantung Palpitasi, flushing (muka ke merahan), nyeri dada, colaps, pingsan, tekanan darah rendah
4 Kulit Erthema toksikum. Dermatitis atopik, diapers dermatitis.                                                           urticaria, insect bite,  berkeringat berlebihan.
5 Sistem Saluran Kemih Sering kencing, nyeri kencing, bed wetting (ngompol) Frequent, urgent or painful urination; inability to control bladder; bedwetting; vaginal discharge; itching, swelling, redness or pain in genitals; painful intercourse.
6 Sistem Susunan Saraf Pusat Sensitif, sering kaget dengan rangsangan suara/cahaya, gemetar, bahkan hingga kejang.
7 Mata Mata berair, mata gatal, kotoran mata berlebihan, bintil pada mata, conjungtivitis vernalis.

 

MANIFESTASI YANG SERING DIALAMI PENDERITA ALERGI PADA ANAK USIA LEBIH 1 TAHUN

ORGAN/SISTEM TUBUH GEJALA DAN TANDA
1 Sistem Pernapasan Batuk, pilek, bersin, mimisan, hidung buntu, sesak(astma), sering menggerak-gerakkan /mengusap-usap hidung
2 Sistem Pencernaan Nyeri perut, sering buang air besar (>3 kali/perhari), gangguan  buang air besar (kotoran keras, berak, tidak setiap hari, berak di celana, berak berwarna hitam atau hijau, berak ngeden), kembung, muntah, sulit berak, sering flatus, sariawan, mulut berbau.
3 Telinga Hidung Tenggorok Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, salam alergi, rabbit nose, nasal creases                                                             Tenggorok :  tenggorokan nyeri/kering/gatal,  palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem),                  Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh/berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul,  terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.
3 Sistem Pembuluh  Darah dan jantung Palpitasi, flushing (muka ke merahan), nyeri dada, colaps, pingsan, tekanan darah rendah,
4 Kulit Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman, bekas hitam seperti digigit nyamuk,  berkeringat berlebihan.
5 Sistem Saluran Kemih dan kelamin Nyeri, urgent atau sering kencing, nyeri kencing, bed wetting (ngompol); tidak mampu mengintrol kandung kemih; mengeluarkan cairan di vagina; gatal, bengkak atau nyeri pada alat kelamin. Sering timbul infeksi saluran kencing
6 Sistem Susunan Saraf Pusat NEUROANATOMIS :Sering sakit kepala, migrain, kejang gangguan tidur.NEUROANATOMIS FISIOLOGIS: Gangguan perilaku : emosi berlebihan, agresif, impulsive, overaktif, gangguan belajar, gangguan konsentrasi, gangguan koordinasi, hiperaktif hingga autisme.
6 Jaringan otot dan tulang Nyeri tulang, nyeri otot, bengkak di leher
7 Mata Mata berair, mata gatal, sering belekan, bintil pada mata. Allergic shiner (kulit di bawah mata tampak ke hitaman).

 

GANGGUAN SALURAN PERNAPASAN

  • Kasus alergi pada saluran napas pada anak tampaknya yang paling sering  ditemukan. Manifestasi klinisnya berupa  keluhan batuk, pilek, tanpa,atau dengan disertai sesak. Keluhan tersebut biasanya terjadi pada malam atau pagi hari. Biasanya keluhan tersebut lama sembuhnya  meskipun sudah diobati.
  • Resiko alergi pada saluran napas pada anak sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak lahir, yaitu pada awal kelahiran tampak sering bersin, mata sering belekan,  berair dan cold like respiratory congestion atau suara napas terdengar grok-grok. Hal ini sering dikira karena pembersihan jalan napas waktu lahir kurang bersih, padahal penyebabnya adalah  produksi cairan yang berlebihan di saluran napas (hipersekresi bronkus). Biasanya bunyi napas tersebut akan hilang setelah usia 3 bulan. Bila pada bayi terdapat tanda dan gejala tersebut maka orang tua harus waspada nantinya anak tersebut akan beresiko untuk alergi pada saluran napas terutama pada umur 6 hingga 3 tahun.
  • Anak yang sering batuk pilek karena alergi pada usia di bawah 2 tahun, biasanya akan semakin berkurang di atas 2 tahun. Beberapa anak keluhan alergi menghilang di atas usia 5 hingga 7 tahun.
  • Alergi pada pernapasan  sering ditimbulkan oleh adanya pencetus seperti hirupan, kontak dan makanan. Pada bayi dan anak makanan adalah sebagai pencetus yang utama sedangkan pada orang dewasa/tua pengaruh makanan semakin berkurang. Pencetus lainnya adalah hirupan seperti debu, serbuk sari bunga, bulu binatang, tungau (pada kasur kapuk).

TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN

  • Manifestasi klinis alergi pada Telinga Hidung Tenggorok berupa  rinitis, hidung gatal, bersin dan faringitis. Kadang dijumpai tenggorokan atau palatum terasa gatal dan post nasal drip. Bila keluhan sering terjadi dan berlanjut akan menyebabkan komplikasi  sinusitis, epistaksis, deviasi septum nasi, tonsillitis kronis atau faringitis kronis. 
  • Ciri khas pada anak biasanya dijumpai tanda hidung kelinci (rabbit nose) yaitu anak sering menggerak-gerakkan hidung, sering menggosok-gosok hidung (salam alergi), mata sering gatal, belekan dan sering berair, di bawah kelopak mata tampak tanda kehitaman (allergic shiner). Bila tidur sering ngorok, atau napas dengan mulut, kadang juga timbul suara serak atau parau. Sering timbul benjolan kelenjar di leher dan belakang kepala.

GANGGUAN SALURAN CERNA

  •  Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur system pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen masuk ke dalam tubuh. Gangguan saluran cerna tersebut sering diistilahkan sebagai gastroenteropati atopi.
  • Karena etiologis utama adalah imaturitas saluran pencernaan maka  gangguan pencernaan yang disebabkan karena alergi paling sering ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun, yang paling sensitif di bawah 3 bulan.
  • Pada bayi baru lahir hingga usia 3 tahun biasanya ditandai  sering rewel, colic/menangis terus menerus tanpa sebab pada malam hari, hiccups (cegukan), sering “ngeden”, sering mulet, meteorismus,  muntah, sering flatus,  berak berwarna hitam atau hijau, berak timbul warna darah. Pada lidah sering ditemukan  berwarna putih. Gangguan buang air besar dapat berupa sulit buang air besar (tidak setiap hari)  atau malahan sering buang air besar .
  • Pada yang lebih besar dapat berupa nyeri perut berulang, sering buang air besar (>3 kali/perhari), gangguan  buang air besar (kotoran keras, berak, tidak setiap hari, berak di celana, berak berwarna hitam atau hijau, berak ngeden) kembung, muntah, sulit berak, sering flatus, sariawan, mulut berbau dan lidah sering kotor (geographic tongue).
  • Gangguan pada saluran cerna biasanya sering disertai oleh gangguan kulit dan rhinitis. Biasanya keluhan gangguan saluran cerna bersamaan dengan gangguan kulit.

GANGGUAN MULUT DAN GIGI

  • Mulut adalah termasuk salah satu bagian dari sistem saluran cerna. Bila saluran cerna terganggu karena alergi makanan biasanya tampak juga gangguan pada organ tubuh di daerah mulut di antaranya lidah, gigi dan bagian di rongga mulut lainnya.
  •  Pada bayi lidah sering tampak kotor berwarna putih, gejala ini mirip gangguan moniliasis (like moniliasis symptoms)  sejenis jamur pada mulut. Bedanya pada alergi warna putih hanya tipis dan tidak terlalu tebal, namun pada moniliasis tampak lebih tebal. Bila gangguan tersebut karena jamur biasanya dengan obat tetes mulut jamur akan cepat membaik, namun bila karena alergi biasanya diberi obat jamur tetap tidak akan membaik dan tetap sering timbul. Bila karena alergi sebaiknya tidak perlu diberi obat jamur, namun cukup dibersihkan dengan kasa basah.
  • Pada anak yang lebih besar gangguan alergi bisa menimbulkan sariawan atau luka  (aphtous ulcer) pada lidah dan mulut yang sering berulang. Biasanya juga disertai lidah kotor mirip gambaran pulau-pulau (geographic tounge).
  • Gangguan lain adalah timbulnya nyeri gigi atau gusi yang bukan di sebabkan karena infeksi atau gigi berlubang. Gangguan ini biasanya sering dianggap sebagai impacted tooth (gigi yang tumbuhnya miring).

GANGGUAN KULIT

  • Tanda dan gejala alergi pada kulit biasanya sudah dapat di deteksi sejak lahir. Bayi yang baru lahir apabila sejak dalam kandungan sudah terpapar oleh pencetus alergi tampak terdapat bintil  dan bercak kemerahan dan kusam pada kulit dahi dan wajah, kadang disertai timbulnya beberapa papul warna putih di hidung. Apabila pencetus alergi tersebut berlangsung terus maka sering. Pada bayi sering timbul dermatitis atopi di pipi, daerah popok (dermatitis diapers)  dan telinga, kadang dijumpai dermatitis seboroikum  atau timbul kerak di kulit kepala. Sering juga timbul bintik kemerahan di sekitar mulut. Kadang timbul furunkel di kepala dan badan. Sering urticaria, miliaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman seperti bekas terbentur, bercak ke hitam seperti bekas digigit nyamuk.
  • Perbedaan lokasi alergi kulit sesuai dengan  usia tertentu. Pada bayi sering lokasi alergi sekitar wajah dan daerah popok, pada usia anak  lokasi tersebut biasanya berpindah pada darerah lengan dan tungkai. Sedangkan pada anak yang lebih besar atau usia dewasa lokasi alergi kulit biasanya pada pelipatan dalam antara lengan atas dan bawah atau pelipatan dalam antara tungkai atas dan bawah

 

GANGGUAN  SALURAN KEMIH DAN KELAMIN

  • Ternyata gangguan saluran kemih juga sering dialami pada penderita alergi, yaitu sering kencing, nyeri kencing, bed wetting (ngompol) dan terdapat kecenderungan infeksi saluran kemih. Pada alat kelamin terdapat keluhan gatal, nyeri atau bengkak.

GANGGUAN MATA

  • Mata juga merupakan bagian yang sensitif dari tubuh, sehingga organ tersebut juga sering mendapat gangguan karena alergi. Pada bayi baru lahir hingga bayi terjadi mata sering berair, timbul kotoran mata biasanya satu sisi dan kadangkala periorbita tampak edema ringan. Gangguan pada bayi ini biasanya bersamaan dengan kebiasaan  rinitis dan bersin sehingga berkaitan dengan  obstruksi duktus lakrimalis.
  • Pada anak yang lebih besar sering diserta mata gatal, allergic shiner berupa daerah kehitaman di bawah mata, penonjolan di garis mata bawah. Kadang timbul nyeri di dalam atau samping mata, palpebra edema, kemerahan, twitching serta  drooping.
  • Jenis penyakit alergi pada mata bisa  ringan sampai berat. Penyakit yang ringan adalah seasonal and perennial allergic conjunctivitis (SAC, PAC), sedangkan yang berat serta mengancam gangguan penglihatan adalah Kerato konjungtivitis vernalis (vernal keratoconjunctivitis /VKC) dan Keratokonjungtivitis atopi (atopic keratoconjunctivitis/AKC).
  • Storfer dkk tahun 2000, melaporkan  terdapat kecenderungan terjadi myopia 2 kali lebih besar, dalam pengamatan pada 2.720 anak penderita alergi dan asma.

GANGGUAN OTAK ATAU SISTEM SUSUNAN SARAF PUSAT

  • GANGGUAN SUSUNAN SARAF PUSAT                    
  • Gangguan susunan saraf pusat dapat menimbulkan gangguan neuro anatomi berupa sakit kepala, migraine atau vertigo. Sedangkan gangguan neuroanatomi fungsional dapat terjadi gangguan perilaku berupa gangguan emosi, motorik berlebihan, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan koordinasi, gangguan belajar dan sebagainya.
  • Trotzky tahun 1994, dan banyak peniliti lainnya mengemukakan bahwa keluhan sakit kepala, vertigo dan migraine dapat disebabkan karena  alergi makanan atau bahan makanan kimiawi  lainnya.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  • UJI KULIT ALERGI Uji kulit dapat dilakukan dengan uji gores (scratch test), uji tusuk (prick test) dan uju suntik intradermal (intrademal test). Dapat dilakukan sebagai pemeriksaan penyaring dengan menggunkan ekstrak allergen yang ada di lingkungan penderita seperti debu, bulu kucing, susu, telur, coklat, kacang dan lain-lain. Uji kulit sangatlah terbatas nilai diagnostiknya, karena hanya bisa mendiagnosis alergi makanan tipe 1 (tipe cepat). Hasil uji kulit bukanlah hasil ahkir atau penentu diagnosis.
  • DARAH TEPI Hitung jenis leukosit dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit infeksi dan bila eosinofil >5% atau 500/ml  condong ke alergi. Hitung leukosit < 5000/ml disertai neutropenia <30% seringkali ditemukan pada alergi makanan. emoglobin dan hematokrit sering rendah pada alergi susu sapi.
  • FOTO TORAKS Foto radiologist toraks dikerjakan untuk menyingkirkan kemungkinan benda asing, neoplasma atau tuberkulosis.
  • IgE TOTAL DAN SPESIFIK Pemeriksaan IgE total dengan PRIST (Paper radioimmunosorbent test) atau yang sepadan, berguna untuk menentukan status alergi penderita.. Harga normal bayi hingga usia 20 tahun adalah 100 u/ml, bila lebih dari 30 u/ml pada umumnya menunjukkan bahwa penderita adalah atopi atau mengalami infeksi parasit atau keadaan  depresi imun selular. Pemeriksaan IgE spesifik biasanya dilakukan dengan RAST (Radio Allergosorbent Test) IgE spesifik terhadap makanan tertentu dapat dipakai sebagai p[rediksi adnaya reaksi alergi tipe cepat atau lambat terhadap makanan tersebut.
  • PEMERIKSAAN PENUNJANG LAINNYA Terdapat beberapa pemeriksaan penunjang lainnya yang jarang dikerjakan adalah pemeriksaan lemak tinja, immunoglobulin, antibody monoclonal dalam sirkulasi, pelepasan histamine oleh basofil (Basofil histamine release assay/BHR), kompleks imun dan imunitas seluler, Intestinal mast cell histamine release (IMCHR), provokasi intra gastral melalui endoskopi, biopsy usus setelah dan sebelum pemberian makanan.

DIAGNOSISwp-1465382852646.jpg

  • Diagnosis alergi makanan dibuat bbukan berdasarkan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan  eliminasi dan provokasi.
  • Jenis alergi makanan di tiap Negara berbeda tergantung usia dan kebiasaan makan makanan tertentu. Alergi makanan pada bayi di Amerika Serikat terbanyak disebabkan karena protein susu sapi, sereal, telur, ikan dan kedelai. Pada usia lebih tua coklat, kacang tanah lebih berperanan.

PROVOKASI MAKANAN SECARA BUTA (DOUBLE BLIND PLACEBO CONTROL FOOD CHALENGE = DBPCFC)

  • Berbagai klinik alergi berbeda dlam melakukan eliminasi dan provokasi. Cara tersering dipakai adalah provokasi makanan secara buta. Makanan penderita dieliminasi selama 2-3 minggu dalam diet sehari-hari. Setelah 3 minggu bila keluhannya menghilang maka dilanjutkan dengan provokasi makanan yang dicurigai.
  •  Setelah itu dilakukan diet provokasi 1 bahan makanan dalam 1 minggu bila timbul gejala dicatat. Disebut allergen bila dalam 3 kali provokasi menimbulkan gejala alergi.

Daftar Pustaka

  1. Reingardt D, Scgmidt E. Food Allergy.Newyork:Raven Press,1988.
  2. Walker-Smith JA, Ford RP, Phillips AD. The spectrum of gastrointestinal allergies to food. Ann Allergy 1984;53:629-36.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s